Kasus Korupsi di UIN Suska Riau Hanya Berkutat pada Tahap Penyelidikan

- Rabu, 15 September 2021 | 17:25 WIB
Mantan Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin (istimewa)
Mantan Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin (istimewa)

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Pengusutan perkara dugaan korupsi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau masih berlanjut. Hanya saja, penanganan perkara masih berkutat pada tahap penyelidikan.

Perkara ini sebelumnya ditangani Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dengan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak. Di antaranya mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan UIN Suska, Hanifah. Lalu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di UIN Suska Riau, Suriani.

Lalu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) sekaligus Pejabat Perintah Membayar (PPM), Ahmad Supardi, dan Gudri selaku Kepala Pengawas Internal (SPI), dan lainnya. Setelah rampung, tim kemudian menyusun laporan. Adapun kesimpulannya adalah telah ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum dalam perkara itu.

Langkah ini, dalam rangka mencari peristiwa pidana, pengumpulan bahan keterangan, serta alat bukti pada perkara rasuah terjadi tahun 2019. Hasilnya, Jaksa Bidang Intelijen menemukan indikasi perbuatan melawan hukum melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga perkara itu dilimpahkan ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus).

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto dikonfirmasi menyampaikan, penanganan perkara tersebut terus berproses. Jaksa Pidsus, kata dia, masih melakukan penyelidikan.

"Untuk perkara UIN masih penyelidikan," ujar Raharjo, Rabu (15/9).

Namun, proses penyelidikan perkara tahun 2019 diyakini segera rampung dalam waktu dekat. Kemudian, Jaksa bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan pengusutan dugaan penyimpangan belanja tak wajar senilai Rp42 miliar.

"Mudah-mudahan, tidak lama lagi bisa naik ke tahap penyidikan," sebut mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) itu.

Sebelumnya, Jaksa telah mengundang sejumlah pihak yang disinyalir mengetahui perkara tersebut untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan saksi itu, diyakini guna mencari peristiwa pidana, pengumpulan bahan keterangan serta alat bukti.

Sebelumnya, auditor dari Inspektorat Jenderal (Irjen) pada Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Suska Riau juga telah melakukan audit untuk persoalan yang sama. Hasil audit itu tengah ditelaah jaksa.

Perkara ini sebelumnya telah diusut Kejari Pekanbaru dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Nomor : Print -02/L.4.10/Fd.1/03/2020, yang diterbitkan pada tanggal 10 Maret 2020 lalu. Dalam tahap penyelidikan, Korps Adhyaksa sudah mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi. Salah satunya, Leli Kurniati selaku Kepala Bagian (Kabag) Keuangan UIN Suska Riau.

Halaman:

Editor: M. Ihsan Yurin

Sumber: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Dianggap Lembek Soal Isu Korupsi di Indonesia

Kamis, 16 September 2021 | 16:52 WIB

Strategi Pengawas BPK RI Berantas Korupsi di Indonesia

Rabu, 15 September 2021 | 06:45 WIB

ICW Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli

Kamis, 9 September 2021 | 05:30 WIB

Jaksa Banding atas Putusan Terdakwa Mantan Kadis CKTR

Minggu, 5 September 2021 | 15:12 WIB

Memori Banding Yan Prana Telah Dilimpahkan 

Selasa, 31 Agustus 2021 | 17:22 WIB

Terpopuler

X