RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Mengemudi secara eco driving atau berkendara hemat bahan bakar memang tidak mudah, semua kembali kepada kebiasaan dan gaya berkendara masing-masing individu. Tapi ada tips dan triknya bagaimana cara agar cara berkendara Anda dapat tergolong sebagai berkendara eco driving.
Dikutip dari laman resmi Mitsubishi, ada beberapa hal yang harus dipahami oleh pengendara untuk bisa berkendara hemat BBM, karena banyak faktor yang membuat kenapa si A kok bisa lebih irit dari si B, padahal mobilnya sama. Salah satu faktor adalah tidak hanya dari teknologi mobil atau kendaraannya, tapi lebih kepada sisi pengendara dan juga kondisi lalu lintas yang bisa membuat konsumsi bahan bakar kendaraan jadi berbeda-beda.
Paling utama memang kepada kondisi jalan, tapi perlu Anda pahami juga bagaimana pola dan teknik berkendara yang mampu menghemat BBM ini. Ketika kondisi jalan yang macet tentu akan berakibat kepada konsumsi BBM yang lebih boros.
Berikut ini beberapa tips untuk menerapkan eco driving agar gaya berkendara Anda jadi lebih hemat.
1. Tidak perlu memanaskan mesin
Tidak disarankan untuk memanaskan mesin dalam waktu lama. Apabila jarum penunjuk suhu mesin mobil bergerak, kendaraan sudah dapat dijalankan.
2. Kurangi pengggunaan AC
AC tentu menjadi syarat utama saat Anda membeli mobil, terutama di kondisi iklim tropis seperti di Indonesia. Namun, ada aturan jika Anda ingin melaksanakan eco driving tadi. Atur kira-kira suhu di dalam kabin sekitar 25 derajat jadi kerja kompresor tidak terlalu membebani mesin. Jangan gunakan AC dengan suhu paling dingin secara terus menerus (biasanya 18 derajat), karena ini bakal membuat konsumsi BBM meningkat.
3. Jangan lakukan akselerasi tiba-tiba
Saat berkendara awal, tidak disarankan menekan pedal gas terlalu dalam secara mendadak, terutama saat mobil berjalan dari kondisi diam. Berakselerasilah secara perlahan sekitar 20 km/jam selama 5 detik. Dengan cara ini, konsumsi BBM jadi lebih hemat.
4. Jaga kecepatan konstan
Mengemudi dengan kecepatan konstan juga bisa menghemat BBM. Sebagai contoh: Laju kecepatan mobil jangan melebihi 80 km/jam. Kemudian lakukan perpindahan gigi di kisaran 2.000 rpm untuk mobil manual, atau jika berkendara dengan mobil bertransmisi otomatis bisa pertahankan putaran mesin di sekitar 2.000 rpm.
5. Manfaatkan engine brake
Anda dapat menggunakan engine brake atau melepas pedal gas untuk mengurangi laju kendaraan. Cara ini juga disebut dengan deselerasi. Saat menggunakan engine brake, mesin akan menghentikan suplai bahan bakar dan penggunaan bahan bakar lebih hemat.
6. Cek tekanan angin ban
Artikel Terkait
Kaji Wacana Amandemen UUD 1945, Kelompok DPD di MPR Soroti Presidential Treshold
Lima Punkers Tewas Usai Tenggak Miras Campur Hand Sanitizer
Tuai Kritikan, Pungutan Parkir pada Ritel dan Swalayan Pekanbaru Dikaji Ulang
Kasus Terkonfirmasi Terus Turun, PPKM di Pekanbaru Diprediksi Turun Akhir September
Tingkat Pengangguran Riau Diklaim Menurun Jadi 4,96 Persen
Bikin Gaduh, PDI-P Panggil Krisdayanti Usai Blak-blakan Soal Gaji DPR
Lucinta Luna Diduga Covid-19, Rachel Vennya: Semoga Babynya Baik-Baik Aja
Sejumlah Warga Jadi Tersangka Terkait Kasus Pengeroyokan Anak Anggota DPRD Pekanbaru
Jokowi Dianggap Lembek Soal Isu Korupsi di Indonesia
Rumah Dinas Kadivpas Kemenkumham Riau Dimolotov OTK